Gelombang ke-57 Operasi 'Janji Sejati 4' Hantam Pangkalan Al-Udeid, Untuk Menghormati Bayi 3 Hari Yang Dibunuh Oleh AS-Israel
Bintang • 17 Maret 2026 • 0 Views

TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-57 dari Operasi Janji Sejati 4 (True Promise 4) pada Selasa (17/03/2026).
Operasi skala besar ini secara khusus menargetkan berbagai infrastruktur militer strategis di jantung wilayah Palestina yang diduduki serta pangkalan udara Al-Udeid milik Amerika Serikat di Qatar, yang merupakan instalasi militer Amerika terbesar di Timur Tengah.
Serangan terhadap pangkalan Al-Udeid memiliki signifikansi strategis yang sangat tinggi mengingat fasilitas tersebut berfungsi sebagai Pusat Operasi Udara Gabungan (CAOC) bagi 21 negara.
Dalam gelombang terbaru ini, IRGC mengerahkan kombinasi rudal balistik jarak menengah seperti Zolfaghar dan Qiam, yang menggunakan teknologi bahan bakar padat dan cair, serta didukung oleh armada drone serang satu arah yang canggih.
Selain itu, situs-situs komunikasi komando dan kontrol serta sistem pertahanan rudal lawan di wilayah pendudukan dilaporkan menjadi target utama rudal presisi Kheibar Shekan, Emad, dan Ghadr.
Operasi ke-57 ini didedikasikan secara khusus untuk Mojtaba, seorang bayi laki-laki berusia tiga hari yang gugur dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel di dekat kota Arak, Iran, pada hari Senin lalu.
Bayi tersebut, yang dijuluki sebagai martir termuda dalam "Perang Ramadhan", tewas di pelukan ibunya bersama saudara perempuan dan neneknya saat rumah pedesaan mereka dihantam rudal.
IRGC menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kebrutalan agresi terhadap warga sipil yang terus berlangsung di tengah diamnya lembaga hak asasi manusia internasional.
Pihak otoritas militer Iran menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas vital di Qatar dan wilayah pendudukan merupakan bentuk pertanggungjawaban atas darah warga sipil yang tertumpah.
IRGC mengecam keras serangan yang menyasar sekolah, rumah sakit, dan pemukiman warga, sembari memperingatkan bahwa setiap pihak yang memerintahkan dan mendukung aksi kriminal tersebut akan menghadapi konsekuensi yang setimpal.
Operasi ini mempertegas posisi Teheran untuk terus meningkatkan intensitas pembelaan diri selama agresi militer asing terhadap kedaulatan Iran masih berlanjut.
Pernyataan resmi tersebut ditutup dengan penegasan bahwa pembunuhan terhadap bayi Mojtaba justru semakin memperkuat tekad rakyat dan angkatan bersenjata Iran dalam menghadapi tekanan militer Amerika Serikat dan Israel.
Eskalasi ini menandakan bahwa Iran kini secara terbuka menargetkan pusat komando utama AS di kawasan sebagai respons langsung atas kerugian jiwa di pihak sipil Iran, sekaligus mengirimkan sinyal kuat mengenai kemampuan jangkauan rudal balistik mereka yang semakin akurat.
Read More
Related Posts
InternasionalInternasional • 24 Oktober 2026
Laporan: AS–Israel Susun Rencana Serangan Baru ke Iran, Gedung Putih: Tidak Sebelum Pemilu Sela
InternasionalInternasional • 22 April 2026
Perang Iran berarti lebih banyak pesanan untuk raksasa pertahanan AS
InternasionalInternasional • 28 Maret 2026
Militer Israel Perluas Invasi Darat dan Bombardir Beirut di Tengah Perlawanan Sengit Hizbullah
Komentar
Memuat komentar…






